Archive for September, 2009

Sejarah PPS BETAKO MERPATI PUTIH

Posted: 21 September 2009 in DUNIA INFORMASI

Pola Dasar Pembentukan Dan Pengembangan Diri

merpati putih

A. Perkembangan Budaya Bangsa Indonesia

Pola dasar pembentukan dan pengembangan diri ini diharapkan mampu memperpadukan unsur-unsur budaya bangsa Indonesia, yaitu kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi yang bersendikan pada cipta, rasa dan karsa. Kemampuan memperpadukan ini merupakan langkah-langkah taktis didalam mengembangkan strategi kebudayaan, yaitu dengan jalan melestarikan, membina, dan mengembangkan budaya nasional.

PPS BETAKO MP

PPS BETAKO MP

B. Filosofi Perguruan Dan Janji Anggota

1. Filosofi perguruan “Hening” Dasar filosofis perguruan yang merupakan doktrin perguruan, yaitu Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening yang mengacu pada pengertian Hening. Hening ini merupakan suatu tataran, tahapan yang akan selalu ditingkatkan didalam pembentukan dan pengembangan diri, watak atau kepribadian perguruan. Pengertian Hening itu sendiri menunjukan suatu sikap atau tindakan yang sudah dapat memadukan, menyatukan antara Cipta, Rasa, dan Karsa. Pada tahap atau keadaan Hening ini watak atau perilaku sudah tidak menghiraukan lagi apa yang dirasakan serta dihayati oleh panca indera (dalam pengertian gejal-gejala). Kecuali merasakan tekad atau kehendaknya saja yang didasarkan atas tindakan spiritual-religius yang mendalam. Keadaaan ALAM HENING merupakan ALAM KEHALUSAN yang tiada batas tepi-nya. Pada tataran ini, seseorang dapat dikatakan MENGINJAK JEJAK KAKI TUHAN, yang keberadaan “>manusia “>telah mampu bersikap pasrah atau nrimo dalam arti yang positif, yaitu yang telah mampu mengendalikan diri-pribadinya sebagai insan ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Alam Hening ini menunjukan bahwa pada dasarnya keberadaan manusia telah DIKONDISIKAN oleh-NYA. Kondisi ini menunjukan bahwa keberadaan manusia pada tataran ini telah mampu berada dalam kondisi KEHENINGAN JIWA-RAGA. 2. Janji Anggota Kode etik perguruan merupakan pedoman atau dasar bagi pembentukan dan pengembangan diri, yang dipaparkan pada TRI PRASETYA PERGURUAN atau yang disebut dengan JANJI ANGGOTA, yaitu:

1. TAAT DAN PERCAYA PADA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA

2. MENGABDI DAN BERBAKTI KEPADA NUSA, BANGSA DAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

3. SETIA DAN TAAT KEPADA PERGURUAN.

Janji Anggota yang pertama, merupakan dasar spiritual-religius yang mendasari dan menjiwai Janji Anggota yang kedua dan ketiga. Dasar spiritual ini merupakan dasar yang utama dan mutlak; bahwa didalam perguruan pembentukan dan pengembangan diri didasarkan pada azas Ketuhanan Yang Maha Esa. Memberi pengertian bahwa ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa bagi pembentukan dan pengembangan diri adalah mutlak. Janji Anggota yang kedua, merupakan sasaran atau bidang pengabdian yang dijiwai dan didasari Janji Anggota yang pertama dan semangat perguruan. Janji Anggota yang ketiga, merupakan semangat perguruan yang berdasarkan pada azas kekeluargaan dan persaudaraan. 3. Metode Atau Sistem Pembentukan Dan Pengembangan Diri Metode atau sistem pembentukan dan pengembangan diri didalam Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong MERPATI PUTIH melalui empat tahap, yaitu: a. Tahap fisiko-kimis Pada tahap ini pembentukan dan pengembangn diri ditekankan pada pembentukan dan pengembangan diri dalam pengertian fisil-material (tubuh). Dengan dasar dan tujuan pengolahan secara fisi-kimis (tehnik pernafasan) yang mampu membangkitkan kemampuan fisik. b. Tahap biotis Pada tahap ini pembentukan dan pengembangan ditekankan pada peran naluri yang erat kaitannya dengan aspek beladiri, yaitu naluri untuk mempertahankan diri. c. Tahap psykologis (mental) Tahap psykologis ini, pembentukan dan pengembangan diarahkan pada penekanan kejiwaan yang bersendikan pada aspek seni dan mental, yaitu cipta, rasa, dan karsa. d. Tahap human atau spiritual : Hening. Pada tahap ini pembentukan dan pengembangan diarahkan pada kerohanian. Sehingga pada tahap ini diharapkan dapat mencapai tingkat atau tataran HENING, yaitu tataran atau tingkat yang telah mampu memadukan, menyatukan antara cipta, rasa dan karsa. Tahap ini merupakan PUNCAK TATARAN pembentukan dan pengembangan diri yang diharapkan dapat membangkitkan RASA JATI. Keempat tahap pembentukan dan pengembangan “>pengembangan pengembangan “>pengembangan “>diri ini merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan, saling mengkait. Tahap yang pertama akan menjadi dasar bagi tahap selanjutnya. Penekanan didalam pembentukan dan pengembangan diri ini hanya sebagai prioritas atau PORSI LEBIH didalam pembentukan dan pengembangan diri, atau sebagai sistem-metodis yang mengarahkan pembentukan dan pengembangan diri yang sesuai dengan asas dan tujuan Perguruan yang hendak dicapai. 4. Perkembangan Aspek Pencak Silat Bagi Pembentukan Dan Pengembangan Diri Didalam Pencak Silat terdapat LIMA ASPEK DASAR yang merupakan satu kesatuan utuh, yaitu aspek spiritual, mental, seni, beladiri, dan olahraga. Kelima aspek tersebut, baik satu persatu atau secara keseluruhan mempunyai kaitan yang erat dengan pembentukan dan pengembangan diri, watak atau kepribadian. Sehingga dalam pembentukan dan pengembangan diri selanjutnya kelima aspek dasar tersebut mampu memberi warna yang sesuai dengan sifat-sifat dasarnya, yaitu: a. Aspek Spiritual Dari aspek ini diharapkan mampu menumbuhkan sifat serta sikap taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang ditandai dengan keteguhan iman atau budi dalam menghadapi cobaan dan godaan serta mampu menerima kenyataan atau resiko yang terberat. Dalam penngertian yang sama, mampu menumbuhkan sikap PASRAH dalam arti yang positif. b. Aspek Mental Aspek ini diharapkan mampu menumbuhkan sifat dan sikap yang selalu berusaha untuk dapat memadukan, menyesuaikan antara cipta, rasa, dan karsa yang mengandung TRILOKA yaitu tulus, sabar, dan rela. c. Aspek Seni Dari aspek ini diharapkan mampu menumbuhkan sifat dan sikap keselarasan, keseimbangan dan keserasian lahir batin. d. Aspek Beladiri Dari aspek dasar ini diharapkan dapat menumbuhkan sifat dan sikap perilaku kesatria, yaitu jujur, disiplin, dan berani menegakan kebenaran serta keadilan. e. Aspek Olahraga Dari aspek ini diharapkan mampu untuk menumbuhkan sifat dan sikap sportif, yang terampil dalam gerak-gerak efektif sebagai dasar hidup sehat jasmani dan rohani. Kelima aspek Pencak “>Pencak Pencak “>silat ini merupakan dasar yang umum bagi pembentukan dan pengembangan watak atau kepribadian. Hal ini dikarenakan bahwa pada dasarnya ilmu beladiri Pencak Silat berkaitan erat dengan pembentukan dan pengembangan watak, perilaku atau kepribadian seseorang yang mempelajarinya. 5. Kesimpulan merpatiputih

Pola atau kerangka dasar pembentukan dan pengembangan diri tersebut diharapkan dapat menghasilkan manusia Indonesia dimasa depan yang berkepribadian nasional dan yang mempunyai watak atau sifat yang sesuai dengan asas dan tujuan perguruan, yaitu harmonis, dinamis, dan patriotis.

Kepribadian harmonis yang dimaksud ialah kepribadian yang seimbang, selaras, serasi didalm memfungsikan dirinya (harmonis tubuhàyaitu mengarah pada pembentukan dan pengambnagan diri dalam pengertian fisik atau material; jiwaàmengarah pada pembentukan dan pengembangan diri dalam arti mental atau psikologis yang bersendikan cipta, rasa, dan karsa; rohaniàmengarah pada segi spiritual-religius yang telah mampu memadukan atau menyatukan antara cipta, rasa, dan karsa <tahap Hening>) baik secara individual, social, nasional ataupun sacral. Kepribadian dinamis yang dimaksud adalah kepribadian yang selalu berorientasi kedepan tanpa meninggalkan nilai-nilai yang mendasariny, kreatif dan berpikir positif untuk berusaha menjadi lebih baik. Atau dengan kata lain suatu kepribadian yang berkembang-dinamis-dalam-keajegkan. Kepribadian patriotis merupakan kepribadian yang mempunyai watak dan perilaku sebagai warga Negara yang, bertanggung jawab terhadap kewajibannya, cinta dan setia kepada tanah air yang dilandasi oleh semangat bela Negara yang mengandung TRILOKA, yaitu tulus, iklas, sabar dan rela. SUMBER  http://merpatiputih.org

GENERASI TULAIT

Posted: 21 September 2009 in DUNIA INFORMASI

GENERASI TULALIT

generasi tulalitKetika ponsel Presiden SBY tulalit, orang-orang pun ribut. Kini didepan mata, jutaan Otak Balita terancam tulalit dan di khawatirkan menjelma menjadi Remaja Parasit. Remaja yang tulalit seperti suara Ponsel itu artinya Remaja yang lemah otak dan sangat bodoh. Ada Puluhan Juta barisan rakyat miskin, yang akibat kepapaannya tidak berdaya memberi asupan Protein kepada anaknya sehingga beresiko mewarisi otak tulalit.
Bagiamana cara mencerdaskan anak..? caranya kita harus membuat trobosan supaya para balita otaknya tak sampai tulalit. Krisis protein yang menambah jumlah anak berotak tulalit bisa dilawan dengan cara makan ikan sejak lahir, Bahkan ketika dalam rahim ibunya, setelah menginjak usia Remaja maka sangat disarankan demi generasi yang tidak tulalit. Remaja putri yang rahimnya kaya protein akan melahirkan anak yang cerdas, yang otaknya hebat tidak seperti Ponsel yang bunyinya”tulaliiit”… “tulaliit”.!!!!
Meskipun sudah dibakukan bahwa ikan turut mencerdaskan Bangsa, tak semua orang bisa melahap ikan. Alasannya bermacam-macam mulai dari tak suka bau amisnya, takut durinya tertelan, sampai alergi. Padahal makhluk air yang satu ini gisinya super komplit. Ikan mengandung protein tinggi yang membantu pertumbuhan sel otak. Ikan adalah makanan penunjang kecerdasan. Karena serat Proteinnya lebih pendek, protein pada ikan gampang dicerna bahkan bagi bayi sekalipun. Selain kandungan protein, ikan kaya dengan vitamin, mineral, dan sedikit lemak.
Ironisnya sebagai Negara yang dua per tiga wilayahnya lautan, Indonesia pemilik ikan 7 % dari ikan laut dunia. Konsumsi ikan masyarakatnya hanya 20 Kg Perkapita tahun Pada tahun 2006. Artinya konsumsi ikan masyarakatnya Indonesia dibawah standard FAO. Yang menetapkan 30 Kg Perkapita tahun. Orang Singapura 70 Kg, Philipina 40 Kg, Dan malaysia 30 Kg. Perkapita pertahun. Indonesia paling rendah…! Sungguh memprihatinkan.
Ikan air laut memiliki kandungan gizi yang berperan meningkatkan kekebalan tubuh dan mempertahankan fungsi otak . Terutama yang berhubungan dengan daya ingat. Ikan air tawar juga sama kandungan proteinnya, dan sama fungsinya dalam pertumbuhan otak balita menjadikannya balita cerdas, bukan balita tulalit.
Penelitinan yang dilakukan di Inggris tahun 2004 pada 7000 ibu-ibu yang mengkonsumsi ikan secara rutin selama hamil bahkan sampai selesai menyusui, dan anak balitanya juga disuapi ikan, ternyata kecerdasan otaknya lebih baik dari anak lain yang tidak diprogram anak ikan. Juga kemampuan berbahasa serta komunikasinya lebih baik. Di Hardvard university, Amerika serikat dilakukan penelitian pada 48 ribu pria yang mengkonsumsi ikan 3 kali seminggu. Ternyata mereka terbatas dari Kanker Prostat dibanding mereka yang jarang makan ikan.

Koko Ranchu Ikan bukan makanan yang mewah. Memang ada ikan air tawar dan ikan laut yang harganya mahal seperti ikan Gurame dan Kakap Merah. Cari saja ikan yang murah semua jenis ikan kaya Protein yaitu zat pemencerdas otak. Dipedesaan bisa dicari ikan gratis seperti Belut disawah atau mengail Ikan di sungai. Ikan yang kecil-kecil seperti Teri., Mujair, Udang, selain daging ikannya berprotein tulangnya pun kaya kalsium. Yang mencegah Kelumpuhan atau Ostioporosis. Oleh karena itu makanlah udang yang kecil beserta tulang dan kepalanya yang garing sebab itu gudangnya kalsium.
Mulai dari sekarang makanlah ikan sesering mungkin, biar badan hebat daya ingat cemerlang dan otak pun cerdas. Kalau Remajanya cerdas-cerdas Insya Allah kelak akan lahir generasi yang cerdas-cerdas bukan generasi tulalit.
Namun fakta didepan mata, karena ibu buta gizi ditambah kemiskinan yang melilit lahir anak-anak miskin gizi yang otaknya kopong dan daya pikirnya tulaliit. Tugas kita memberi Info pada beberapa ibu terdekat yang masih buta gizi bahwa ikan turut mencerdaskan anak-anak mereka kita ajak mereka makan ikan agar tidak melahirkan generasi tulaliiit……!!!