GENERASI TULAIT

Posted: 21 September 2009 in DUNIA INFORMASI

GENERASI TULALIT

generasi tulalitKetika ponsel Presiden SBY tulalit, orang-orang pun ribut. Kini didepan mata, jutaan Otak Balita terancam tulalit dan di khawatirkan menjelma menjadi Remaja Parasit. Remaja yang tulalit seperti suara Ponsel itu artinya Remaja yang lemah otak dan sangat bodoh. Ada Puluhan Juta barisan rakyat miskin, yang akibat kepapaannya tidak berdaya memberi asupan Protein kepada anaknya sehingga beresiko mewarisi otak tulalit.
Bagiamana cara mencerdaskan anak..? caranya kita harus membuat trobosan supaya para balita otaknya tak sampai tulalit. Krisis protein yang menambah jumlah anak berotak tulalit bisa dilawan dengan cara makan ikan sejak lahir, Bahkan ketika dalam rahim ibunya, setelah menginjak usia Remaja maka sangat disarankan demi generasi yang tidak tulalit. Remaja putri yang rahimnya kaya protein akan melahirkan anak yang cerdas, yang otaknya hebat tidak seperti Ponsel yang bunyinya”tulaliiit”… “tulaliit”.!!!!
Meskipun sudah dibakukan bahwa ikan turut mencerdaskan Bangsa, tak semua orang bisa melahap ikan. Alasannya bermacam-macam mulai dari tak suka bau amisnya, takut durinya tertelan, sampai alergi. Padahal makhluk air yang satu ini gisinya super komplit. Ikan mengandung protein tinggi yang membantu pertumbuhan sel otak. Ikan adalah makanan penunjang kecerdasan. Karena serat Proteinnya lebih pendek, protein pada ikan gampang dicerna bahkan bagi bayi sekalipun. Selain kandungan protein, ikan kaya dengan vitamin, mineral, dan sedikit lemak.
Ironisnya sebagai Negara yang dua per tiga wilayahnya lautan, Indonesia pemilik ikan 7 % dari ikan laut dunia. Konsumsi ikan masyarakatnya hanya 20 Kg Perkapita tahun Pada tahun 2006. Artinya konsumsi ikan masyarakatnya Indonesia dibawah standard FAO. Yang menetapkan 30 Kg Perkapita tahun. Orang Singapura 70 Kg, Philipina 40 Kg, Dan malaysia 30 Kg. Perkapita pertahun. Indonesia paling rendah…! Sungguh memprihatinkan.
Ikan air laut memiliki kandungan gizi yang berperan meningkatkan kekebalan tubuh dan mempertahankan fungsi otak . Terutama yang berhubungan dengan daya ingat. Ikan air tawar juga sama kandungan proteinnya, dan sama fungsinya dalam pertumbuhan otak balita menjadikannya balita cerdas, bukan balita tulalit.
Penelitinan yang dilakukan di Inggris tahun 2004 pada 7000 ibu-ibu yang mengkonsumsi ikan secara rutin selama hamil bahkan sampai selesai menyusui, dan anak balitanya juga disuapi ikan, ternyata kecerdasan otaknya lebih baik dari anak lain yang tidak diprogram anak ikan. Juga kemampuan berbahasa serta komunikasinya lebih baik. Di Hardvard university, Amerika serikat dilakukan penelitian pada 48 ribu pria yang mengkonsumsi ikan 3 kali seminggu. Ternyata mereka terbatas dari Kanker Prostat dibanding mereka yang jarang makan ikan.

Koko Ranchu Ikan bukan makanan yang mewah. Memang ada ikan air tawar dan ikan laut yang harganya mahal seperti ikan Gurame dan Kakap Merah. Cari saja ikan yang murah semua jenis ikan kaya Protein yaitu zat pemencerdas otak. Dipedesaan bisa dicari ikan gratis seperti Belut disawah atau mengail Ikan di sungai. Ikan yang kecil-kecil seperti Teri., Mujair, Udang, selain daging ikannya berprotein tulangnya pun kaya kalsium. Yang mencegah Kelumpuhan atau Ostioporosis. Oleh karena itu makanlah udang yang kecil beserta tulang dan kepalanya yang garing sebab itu gudangnya kalsium.
Mulai dari sekarang makanlah ikan sesering mungkin, biar badan hebat daya ingat cemerlang dan otak pun cerdas. Kalau Remajanya cerdas-cerdas Insya Allah kelak akan lahir generasi yang cerdas-cerdas bukan generasi tulalit.
Namun fakta didepan mata, karena ibu buta gizi ditambah kemiskinan yang melilit lahir anak-anak miskin gizi yang otaknya kopong dan daya pikirnya tulaliit. Tugas kita memberi Info pada beberapa ibu terdekat yang masih buta gizi bahwa ikan turut mencerdaskan anak-anak mereka kita ajak mereka makan ikan agar tidak melahirkan generasi tulaliiit……!!!

Advertisements
Comments
  1. ABEB says:

    betul ituh’….
    setuju lah pokoke’…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s