Archive for October, 2009

Sejarah Batik di Indonesia

Posted: 12 October 2009 in HISTORY

Sejarah Batik di Indonesia

Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta.

Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam. Banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah daerah-daerah santri dan kemudian Batik menjadi alat perjaungan ekonomi oleh tokoh-tokoh pedangan Muslim melawan perekonomian Belanda.

batik3

Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga kraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri.

Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai tediri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanahlumpur.

Jaman MajapahitBatik yang telah menjadi kebudayaan di kerajaan Majahit, pat ditelusuri di daerah Mojokerto dan Tulung Agung. Mojoketo adalah daerah yang erat hubungannya dengan kerajaan Majapahit semasa dahulu dan asal nama Majokerto ada hubungannya dengan Majapahit. Kaitannya dengan perkembangan batik asal Majapahit berkembang di Tulung Agung adalah riwayat perkembangan pembatikan didaerah ini, dapat digali dari peninggalan di zaman kerajaan Majapahit. Pada waktu itu daerah Tulungagung yang sebagian terdiri dari rawa-rawa dalam sejarah terkenal dengan nama daerah Bonorowo, yang pada saat bekembangnya Majapahit daerah itu dikuasai oleh seorang yang benama Adipati Kalang, dan tidak mau tunduk kepada kerajaan Majapahit.

Diceritakan bahwa dalam aksi polisionil yang dilancarkan oleh Majapahati, Adipati Kalang tewas dalam pertempuran yang konon dikabarkan disekitar desa yang sekarang bernama Kalangbret. Demikianlah maka petugas-petugas tentara dan keluara kerajaan Majapahit yang menetap dan tinggal diwilayah Bonorowo atau yang sekarang bernama Tulungagung antara lain juga membawa kesenian membuat batik asli.

Sejarah Batik Pekalongan

jiunkpe-ns-patterns_(design_elements)-2006-41405045-3929-batik_pekalongan-resource1-preview

Meskipun tidak ada catatan resmi kapan batik mulai dikenal di Pekalongan, namun menurut perkiraan batik sudah ada di Pekalongan sekitar tahun 1800. Bahkan menurut data yang tercatat di Deperindag, motif batik itu ada yang dibuat 1802, seperti motif pohon kecil berupa bahan baju.

Namun perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1825-1830 di kerajaan Mataram yang sering disebut dengan perang Diponegoro atau perang Jawa. Dengan terjadinya peperangan ini mendesak keluarga kraton serta para pengikutnya banyak yang meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah – daerah baru itu para keluarga dan pengikutnya mengembangkan batik.

Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulungagung hingga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon dan Pekalongan. Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang.

Seiring berjalannya waktu, Batik Pekalongan mengalami perkembangan pesat dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota dan daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo.

Batik Pekalongan, antara Masa Lampau dan Kini

BATIK pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik pekalongan dikerjakan di rumah-rumah.

batik

Akibatnya, batik pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Batik pekalongan adalah napas kehidupan sehari-sehari warga Pekalongan. Ia menghidupi dan dihidupi warga Pekalongan

Meskipun demikian, sama dengan usaha kecil dan menengah lainnya di Indonesia, usaha batik pekalongan kini tengah menghadapi masa transisi. Perkembangan dunia yang semakin kompleks dan munculnya negara pesaing baru, seperti Vietnam, menantang industri batik pekalongan untuk segera mentransformasikan dirinya ke arah yang lebih modern.

Gagal melewati masa transisi ini, batik pekalongan mungkin hanya akan dikenang generasi mendatang lewat buku sejarah.

Ketika itu, pola kerja tukang batik masih sangat dipengaruhi siklus pertanian. Saat berlangsung masa tanam atau masa panen padi, mereka sepenuhnya bekerja di sawah. Namun, di antara masa tanam dan masa panen, mereka bekerja sepenuhnya sebagai tukang batik.

ZAMAN telah berubah. Pekerja batik di Pekalongan kini tidak lagi didominasi petani. Mereka kebanyakan berasal dari kalangan muda setempat yang ingin mencari nafkah. Hidup mereka mungkin sepenuhnya bergantung pada pekerjaan membatik.

Apa yang dihadapi industri batik pekalongan saat ini mungkin adalah sama dengan persoalan yang dihadapi industri lainnya di Indonesia, terutama yang berbasis pada pengusaha kecil dan menengah.

Persoalan itu, antara lain, berupa menurunnya daya saing yang ditunjukkan dengan harga jual produk yang lebih tinggi dibanding harga jual produk sejenis yang dihasilkan negara lain. Padahal, kualitas produk yang dihasikan negara pesaing lebih baik dibanding produk pengusaha Indonesia.

Penyebab persoalan ini bermacam-macam, mulai dari rendahnya produktivitas dan keterampilan pekerja, kurangnya inisiatif pengusaha untuk melakukan inovasi produk, hingga usangnya peralatan mesin pendukung proses produksi.

Sumber http://www.batikindonesia.info

einsteinApakah Anda semua masih rajin belajar Atau bahkan bosen yang namanya kegiatan kegiatan ”STUDY”. Mempunyai masalah dengan belajarmu atau bahkan Kekurangan “Stile Study”mu  Da beberapa jurus – jurus Ampuh buat belajar kamu niehh.. Perhatikan ya..?

1.

Niat dari hati.  Mempelajari Sesuatu harus didasari dengan dan tujuan yang positif. Tanpa didasari dengan niat percuma kamu belajar dengan membaca Kamus Setebal 999 Triliun kata. Karena dengan Niat kita bisa lebih yakin apa yang kita Tuju. Dan Hatipun tak bisa dibohongi untuk mempelajari sesuatu hal.  So, Niat hal yang paling penting Bukan…?

2.

Cari dan Buru sumber – sumber ilmu, Didunia ini banyak sekali sumber – sumber ilmu untuk belajar sesuatu. Misalnya Buku, 90% ilmu yang kita dapatkan berasal dari Buku. Maka dari itu kita harus rajin – rajinlah membaca buku dan juga harus mempunyai sifat perhatian dengan Buku. Karena apabila ingin pinter kita harus rampas semua isi yang ada dibuku itu, bukan dengan cara membakarnya lalu Abunya dimakan itu sama juga bohong, bukannya Tabah pinter malah tambah Blinger. Selain Buku ada juga Alternatif  lain misal : kita bisa memanfaatkan Teknologi Internet, Pengalaman, Eksperimen, bahkan bisa juga Tanya – tanya ke yang lebih Ahli.

2

3

. Buat Suasana Belajar  yang lebih Efektif.  Setiap orang mempunyai cara yang berbeda – beda dalam belajar ada yang suka belajar dalam keadaan tenang ada juga yang belajar dalam keadan susasana Ramai. Tapi yang lebih efektif adalah suasana belajar dengan ketenangan. Belajar dengan kondisi tenang dan rileks akan nmembuat kita lebih kosentrasi. Tanpa ada suatau gangguan disana-sini. Makanya tak usah repot –repot nyiapin cemilan or MP3 buat nemenin waktu belajar.

4.

Selalu memperhatikan penjelasan guru. Kalau guru sedang menjelaskan didepan usahaka kosentrasi & pikiran kita terpusat padanya. Walau kita hanya mendengar yang penting kosentrasi. So, Itu lebih baik dari pada kelihatannya mendengarkan tapi nyatanya cuman masuk kedalam telinga keluar melalui hidung bukan ke otak terus ke mulut.

5.

Membuat Catatan Serapi dan Semenarik mungkin. Usahakan kalau guru menjelaskan kita mencatatnya . Tapi kalau guru tidak memberi penjelasan  kita kreatif donx…! dari buku buku yang ada. Baik itu buku pelajaran ? pengetahuan umum. Dan buatlah catatan  atau Sketsa  buat belajar semenarik mungkin . biar tidak cepat bosen  untuk melihat dan membacanya.

6.

Replay Kembali Pelajaran yang didapatkan. Sore – sore dari pada nganggur  mending baca – baca catatan pelajaran yang tadi didapatkan dari sekolah . dengan begitu akan membuat kita mengingat lagi pelajaran tadi. Dan kita bisa memanfaatkan waktu luang dari pada kerja yang tidak – tidak.

7.

Sering Bangun Pagi Untuk Belajar. Kalau belajar ingin cepat masuk bisa kita coba resep ini. Usahakan jam 4 pagi dah mulai bangun dan lekas ambil buku untuk dibaca.. Eitts jangan lupa cuci muka dulu..? karena saat kita bangun tidur pikiran kita masih Fresh dan belum ada permasalahan yang datang. Otak kita bisa mudah mencerna apa yang kita  pelajari ditambah dengan suasana pagi yang hening dan segar..

8

. Jangan pernah merasa bosan. Rasa bosan mungkin akan terjadi sewaktu-waktu karna itu hal yang manusiawi tapi coba kita cancel dulu rasa Boring tersebut. Agar belajar tidak cepat bosan coba ganti suasana belajar kita. kita bisa jalan – jalan sebentar dan kalau bisa belajar ditempat yang terbuka lepas pemandangan pasti rasa – rasa yang mengganggu itu akan cepat hilang.

9

. Semangat, Tekun dan sungguh –sungguh. Setelah kamu lakukan tips –tips diatas, terus kamu coba tanamkan semangat ketekunan dan sungguh sungguh buat belajar. Karna dengan itu rasa melas dan BT yang menghantui  kamu akan Sirna.  So, Kita bakal menuai hasil yang lebih maksimal dalam belajar.

10

. Selalu berdo’a. Jangan lupa untuk berdo’a setiap kali kita melakukan sesuatu. SupayaTuhan selalu melidungi dan memberi rahmat kepada kita. Apalagi kita sedang menuntut ilmu. Agar ilmu yang kita dapatakan bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Baik untuk sekarang dan yang akan datang.. Ammien…

genius