Archive for November, 2009

Bahasa Sanskerta

Posted: 28 November 2009 in LANGUAGE SCIENCE

Bahasa Sanskerta adalah salah satu bahasa Indo-Eropa paling tua yang masih dikenal dan sejarahnya termasuk yang terpanjang. Bahasa yang bisa menandingi ‘usia’ bahasa ini dari rumpun bahasa Indo-Eropa hanya bahasa Hitit. Kata Sansekerta, dalam bahasa Sanskerta Sasktabhāsa artinya adalah bahasa yang sempurna. Maksudnya, lawan dari bahasa Prakerta, atau bahasa rakyat

Bahasa Sanskerta merupakan sebuah bahasa klasik India, sebuah bahasa liturgis dalam agama Hindu, Buddhisme, dan Jainisme dan salah satu dari 23 bahasa resmi India. Bahasa ini juga memiliki status yang sama di Nepal.

Posisinya dalam kebudayaan Asia Selatan dan Asia Tenggara mirip dengan posisi bahasa Latin dan Yunani di Eropa. Bahasa Sanskerta berkembang menjadi banyak bahasa-bahasa modern di anakbenua India. Bahasa ini muncul dalam bentuk pra-klasik sebagai bahasa Weda. Yang terkandung dalam kitab Rgweda merupakan fase yang tertua dan paling arkhais. Teks ini ditarikhkan berasal dari kurang lebih 1700 SM dan bahasa Sanskerta Weda adalah bahasa Indo-Arya yang paling tua ditemui dan salah satu anggota rumpun bahasa Indo-Eropa yang tertua.

Khazanah sastra Sanskerta mencakup puisi yang memiliki sebuah tradisi yang kaya, drama dan juga teks-teks ilmiah, teknis, falsafi, dan agamis. Saat ini bahasa Sansekerta masih tetap dipakai secara luas sebagai sebuah bahasa seremonial pada upacara-upacara Hindu dalam bentuk stotra dan mantra. Bahasa Sanskerta yang diucapkan masih dipakai pada beberapa lembaga tradisional di India dan bahkan ada beberapa usaha untuk menghidupkan kembali bahasa Sanskerta.

Yang akan dibicarakan di artikel ini adalah bahasa Sanskerta Klasik seperti diulas pada tatabahasa Sansekerta karangan Panini, pada sekitar tahun 500 SM.

Sejarah

Kata sifat saskta- berarti “berbudaya”. Bahasa yang dirujuk sebagai sasktā vāk “bahasa yang berbudaya” secara definisi sudah selalu merupakan bahasa yang “tinggi”, dipakai untuk keperluan agama dan keperluan ilmiah serta bertentangan dengan bahasa yang dipakai oleh rakyat jelata. Bahasa ini juga disebut deva-bhāā yang artinya adalah “bahasa Dewata”.

Tatabahasa bahasa Sanskerta tertua yang masih lestari ialah karangan Pāini dan berjudulkan A�*ādhyāyī (“Tatabahasa Delapan Bab”) yang kurang lebih ditarikh berasal dari abad ke-5 SM. Tatabahasa ini terutama merupakan tatabahasa normatif atau preskriptif yang terutama mengatur cara pemakaian yang baku dan bukan deskriptif, meski tatabahasa ini juga memuat bagian-bagian deskriptif terutama mengenai bentuk-bentuk Weda yang sudah tidak dipakai lagi pada zaman Panini.

Bahasa Sanskerta termasuk cabang Indo-Arya dari rumpun bahasa Indo-Eropa. Bersama dengan bahasa Iran, bahasa Sanskerta termasuk rumpun bahasa Indo-Iran dan dengan ini bagian dari kelompok Satem bahasa-bahasa Indo-Eropa, yang juga mencakup cabang Balto-Slavik.

Ketika istilah bahasa Sanskerta muncul di India, bahasa ini tidaklah dipandang sebagai sebuah bahasa yang berbeda dari bahasa-bahasa lainnya, namun terutama sebagai bentuk halus atau berbudaya dalam berbicara. Pengetahuan akan bahasa Sanskerta merupakan sebuah penanda kelas social dan bahasa ini terutama diajarkan kepada anggota kasta-kasta tinggi, melalui analisis saksama para tatabahasawan Sanskerta seperti Pāini. Bahasa Sanskerta sebagai bahasa terpelajar di India berada di samping bahasa-bahasa Prakreta yang merupakan bahasa rakyat dan akhirnya berkembang menjadi bahasa-bahasa Indo-Arya modern (bahasa Hindi, bahasa Assam, bahasa Urdu, Bengali dan seterusnya). Kebanyakan bahasa Dravida dari India, meski merupakan bagian rumpun bahasa yang berbeda, mereka sangat dipengaruhi bahasa Sanskerta, terutama dalam bentuk kata-kata pinjaman.

Naskah Devimahatmya pada daun lontar menggunakan aksara Bhujimol awal, berasal dari Bihar atau Nepal, abad ke-11.

Bahasa Kannada, Telugu dan Malayalam memiliki jumlah kata pungut yang terbesar sementara bahasa Tamil memiliki yang terendah. Pengaruh bahasa Sansekerta pada bahasa-bahasa ini dikenali dengan wacana Tat Sama (“sama”) dan Tat Bhava (“berakar”). Sementara itu bahasa Sansekerta sendiri juga mendapatkan pengaruh substratum bahasa Dravida sejak masa sangat awal.

sumber :

http://www.indonesiaindonesia.com

Biografi Christopher Columbus

Posted: 28 November 2009 in BIOGRAFI

Christopher Columbus (30 Oktober 1451 – 20 Mei 1506) adalah seorang penjelajah dan pedagang yang menyeberangi Samudra Atlantik dan sampai ke benua Amerika pada tanggal 12 Oktober 1492 di bawah bendera Castilian Spanyol. Ia percaya bahwa Bumi berbentuk bola kecil, dan beranggap sebuah kapal dapat sampai ke Timur Jauh melalui jalur barat.

Columbus bukanlah orang pertama yang tiba di Amerika, yang ia dapati sudah diduduki. Ia juga bukan orang Eropa pertama yang sampai ke benua itu karena sekarang telah diakui secara meluas bahwa orang-orang Viking dari Eropa Utara telah berkunjung ke Amerika Utara pada abad ke 11 dan mendirikan koloni L’Anse aux Meadows untuk jangka waktu singkat. Terdapat perkiraan bahwa pelayar yang tidak dikenali pernah melawat ke Amerika sebelum Columbus dan membekalkannya dengan sumber untuk kejayaannya. Terdapat juga banyak teori mengenai ekspedisi ke Amerika oleh berbagai orang sepanjang masa itu.

Colombus, dalam upaya mencari jalan dari Eropa ke Timur, tak sengaja menemui benua Amerika yang membuatnya lebih berpengaruh dalam sejarah dunia, di luar dugaannya sendiri. Penemuannya sekaligus merupakan mahkota eksplorasi dan kolonisasi Dunia Baru dan sekaligus pula merupakan tonggak penting dalam sejarah. Colombus bagaikan membuka pintu bagi bangsa Eropa dua benua untuk pemukiman baru, menyebar penduduk dan menyediakan sumber kekayaan mineral dan isi bumi yang pada gilirannya mengubah wajah Eropa. Berbarengan dengan itu, penemuannya juga mengakibatkan hancurnya kebudayaan bangsa Indian. Dalam jangka panjang, penemuan itu melahirkan satu bangsa baru di benua belahan Barat, yang dengan amat cepatnya membedakan diri dengan bangsa Indian selaku penduduk asli. Walhasil, Colombus membawa perubahan besar bagi bangsa-bangsa di Dunia Lama.

Garis besar kisah Colombus bukan masalah baru. Dia dilahirkan di Genoa, Itali, tahun 1451. Tatkala berangkat dewasa, dia menjadi nakhoda kapal dan seorang navigator yang cekatan. Akhirnya Colombus yakin bukan mustahil menemukan jalan lebih praktis ke daerah Asia di timur dengan cara berlayar ke arah barat melintasi Samudra Atlantik dan dia dengan tekun merintis tekadnya. Tentu saja niat besar ini tidak bakal terlaksana tanpa biaya cukup. Karena itulah Colombus membujuk Ratu Isabella I menyediakan anggaran untuk ekspedisi percobaannya.

Kapalnya melepas sauh pelabuhan Spanyol tanggal 3 Agustus 1492. Melabuh pertama di Kepulauan Canary di lepas pantai Afrika. Membongkar sauh di Kepulauan Canary tanggal 6 September dan berlayar laju arah ke barat. Sebuah pelayaran yang bukan main panjang, sehingga tidak aneh jika para awak kapal merasa ngeri dan kepingin balik saja. Colombus? Tidak! Perjalanan mesti diteruskan, sekali layar terkembang pantang digulung. Dan tanggal 2 Oktober 1492 bagaikan seutas sutera hijau daratan tampak di haluan.

Colombus kembali ke Spanyol bulan Maret berikutnya dari penjelajahan yang dahsyat itu disambut orang dengan penuh penghormatan. Sesudah itu dia melakukan serentetan pelayaran melintas Atlantik dengan harapan menjejakkan kaki di Cina dan Jepang. Tetapi sia-sia! Colombus tetap bersiteguh pada pikirannya bahwa dia sudah menemukan jalur perjalanan ke Asia Timur jauh sebelum orang lain sadar.

Ratu Isabella menjanjikan Colombus jadi gubernur di pulau mana pun yang ditemuinya. Tetapi, selaku administrator dia betul-betul tidak becus sehingga dipecat dari jabatannya dan dikirim pulang ke Spanyol dengan tangan terbelenggu. Tetapi, sesampainya di Spanyol dia dibebaskan hanya saja tak pernah diberi jabatan lagi. Kabar angin mengatakan Colombus mati dalam kemiskinan tanpa ada dana apa pun. Tatkala kematiannya di tahun 1506 –kabar lain lagi– ada jugalah sedikit harta kekayaannya.

Kapal “Nina,” “Pinta” dan “Santa Maria” berlayar menuju Dunia Baru

Jelas, pelayaran pertama Colombus merupakan perubahan revolusioner bagi sejarah Eropa, dan malahan punya pengaruh lebih besar bagi Benua Eropa. Anak-anak sekolah semua menghafal tahun 1492 merupakan tahun penting. Walau begitu masih ada banyak kemungkinan yang keberatan menempatkan nama Colombus dalam urutan daftar buku ini.

Salah satu keberatan adalah karena bukannya Colombus orang Eropa pertama yang menemukan Dunia Baru. Leif Ericson, pelaut Viking, berabad-abad sebelum Colombus sudah menjejakkan kaki di Benua Amerika dan bolehlah dipercaya beberapa orang Eropa lain juga sudah menyeberangi Samudera Atlantik di masa-masa antara Leif Ericson dan Colombus.

Dari sudut sejarah, Leif Ericson bukanlah tokoh penting. Hal-hal menyangkut penemuannya belum pernah tersebar luas, begitu pula tidak meninggalkan perubahan apa pun baik di Amerika maupun Eropa. Sebaliknya, berita penemuan Amerika oleh Colombus menyebar bagai kilat ke seluruh Eropa. Hanya beberapa tahun sekembalinya Colombus, dan sebagai akibat langsung dari penemuannya, banyak ekspedisi tambahan berdatangan di Dunia Baru dan penaklukan serta kolonisasi pun mulailah.

Seperti halnya tokoh-tokoh lain di dalam buku ini, Colombus mudah terkena gangguan pelbagai komentar seakan-akan apa yang ia lakukan orang lain juga lakukan andaikata Colombus tidak pernah hidup di dunia. Eropa abad ke-15 M berada dalam keadaan risau dan berkemelut: dunia perdagangan berkembang, penjelajahan daerah baru tak terelakkan. Bangsa Portugis nyatanya memang aktif amat mencari arus jalan baru ke Timur, pada saat-saat menentukan sebelum Colombus.

“Pendaratan Columbus”oleh John Vanderlyn

Adalah mungkin sekali Amerika cepat atau lambat ditemukan oleh orang Eropa; bahkan mungkin sekali kalaulah ada penundaan, saatnya tidak begitu lama. Tetapi perkembangan berikutnya akan sangat jauh berbeda apabila Amerika ditemukan –katakanlah tahun 1510– oleh ekspedisi orang Perancis atau Inggris dan bukannya tahun 1492 oleh Colombus. Dengan dalih apa pun memang nyatanya Colombuslah orang yang menemukan benua Amerika.

Kemungkinan keberatan ketiga adalah, bahkan sebelum perjalanan Colombus banyak orang-orang Eropa abad ke-15 yang sudah maklum bahwa sesungguhnya bumi ini bulat bentuknya. Teori ini sudah diungkapkan oleh filosof Yunani berabad-abad sebelumnya, dan pembenaran yang tak tergoyahkan dari hipotesa Aristoteles sudah cukup untuk meyakinkan kaum terpelajar Eropa di tahun 1400-an. Sementara itu, Colombus sendiri tidak terkenal orang yang menunjukkan bahwa bumi ini bulat. (Paling tidak, dia tidak berhasil melakukannya). Dia masyhur dalam hal penemuan Dunia Baru, yang baik orang Eropa abad ke-15 atau Aristoteles tak tahu menahu adanya benua Amerika.

Akhlak Colombus tidaklah sepenuhnya dikagumi. Dia terkenal kikir. Sifat inilah yang menyebabkan dia menghadapi kesulitan memperoleh tunjangan dana dari Ratu Isabella karena Colombus terlampau menampakkan keserakahannya tatkala melakukan tawar-menawar. Juga –walaupun tidak pantas menuduhnya menurut ukuran etika jaman sekarang– dia memperlakukan orang-orang Indian dengan kekejaman yang sangat. Karena itu, daftar buku ini bukanlah terdiri dari orang-orang yang paling bijak bestari dalam sejarah, melainkan orang yang paling berpengaruh, dan dalam kerangka ukuran ini Colombus menempati urutan nyaris paling atas.

Diambil dari berbagai Sumber.

Zaman Es

Posted: 27 November 2009 in MISTERY

Pemanasan global inilah yang menyebabkan jaman es itu sesungguhnya. Jaman es adalah periode di dalam sejarah pembentukan bumi saat terjadi pendinginan yang meluas di atmosfer dan lautan. Munurut para peneliti, jaman es ini terjadi empat kali di bumi pada masa lalu. Pertama kali disebut Huronian yang terjadi sekitar 2,7 sampai 2,3 milyar tahun yang lalu selama masa awal Proterozoic Eon. Jaman Es yang terbaru yang paling hebat mungkin terjadi sekitar 1 milyar tahun yang lalu, pada periode Cryogenian atau sekitar 850 sampai 630 juta tahun yang lalu dan kemungkinan menciptakan bola salju di bumi dimana es secara permanen menyelimuti seluruh permukaan bumi. Jaman es ini diperkirakan terjadi pada setiap 150 juta tahun dan berlangsung selama beberapa juta tahun.

Jaman es yang terakhir terjadi 40 juta tahun yang lalu dengan pertumbuhan lapisan es di kutub utara yang menebal dan menjadi lebih meningkat di sekitar 3 juta tahun yang lalu pada kahir jaman Pliestocene,tapi berakhir sekitar sepuluh ribu tahun yang lalu. Penyebabnya masih kontroversial baik dalam skala besar atau kecil. Semuanya tergantung beberapa faktor yang penting seperti komposisi karbondioksida, metana, sulfurdioksida, dan beberapa gas lainnya di atmosfer. Beberapa ilmuwan berspekulasi bahwa jaman es ini disebabkan ledakan vulkanik dari gunung purba yang sangat dahsyat, sehingga debu-debu vulkaniknya menutupi seluruh atmosfir dan permukaan di bumi dan menghalangi sinar matahari seperti ledakan gunung Toba di Sumatera Utara yang begitu besar.

Spekulasi lainnya adalah jaman es ini diakibatkan pergeseran antara benua seperti yang terjadi 60 juta tahun yang lalu saat benua Laurisia di utara berpisah dengan Gondwanaland di selatan, sehingga Afrika, Arab, dan India bepisah dengan Eurasia. Akhirnya benua Australia berpisah dengan Antartika Ada kemungkinan jaman es ini juga diakibatkan bumi bertabrakan dengan meteor yang cukup besar, sehingga terjadi ledakan yang sangat dahsyat. Ada juga yang berpendapat bahwa rotasi bumi dan matahari dalam tata surya berada posisi yang tidak simetris dengan galaksi bima sakti yang terjadi setiap 150 juta tahun sekali dan mengubah iklim bumi.

Jaman Es ini dapat terjadi dalam waktu yang cukup singkat hanya dalam beberapa abad saja yang dimulai dengan perubahan iklim dari kondisi hangat menuju ke kondisi membeku. Selama jaman es, temperatur bumi rata-rata mencapai 7 atau 8o C (13 atau 14o F) yang jauh dingin dari suhu bumi saat ini. jika terjadi penurunan suhu bumi sedikit saja akan menimbulkan jaman es secara cepat, tapi sebaliknya peningkatan sehu sedikit saja akan mengakhir jaman es dan mencairkan es di kutub.

Banyak ilmuwan juga berspekulasi bahwa jaman es ini merupakan penyebab kepunahan dinosaurus yang biasanya hidup di daerah tropis dan hutan yang berrawa-rawa, tapi sejak bumi menjadi membeku, hutan berawa-rawa menjadi lenyap. Akibatnya para dinosaurus ini bukan saja kehilangan sumber makanan dan habitatnya, tapi mereka harus beradaptasi dengan iklim bumi yang sangat dingin dan membeku. Hanya sedikit sekali dari dinosaurus ini berhasil bertahan hidup dan kisah ini diceritakan dengan menarik dalam filem Ice Age produksi 20th Century Fox .

Pada jaman es, sebagian besar daratan Inggris dan Amerika utara tertutup lapisan es seperti kondisi yang terjadi di Kanada utara dan Eropa utara saat ini. Sebaliknya teperatur di daerah tropis tidak berubah. Lapisan es ini hanya menyelimuti 30 persen permukaan bumi dan 70 persennya bebas dari es. Saat ini lapisan es dipermukaan bumi hanya tersisa 10 persennya saja.

Efek dari jaman es ini salah satunya saat terjadinya akhir dari dilepaskan ke lautan. Saat jaman es terakhir sekitar 10.000 tahun yang lalu, permukaan laut hanya 130 meter (425 kaki) lebih rendah dari permukaan laut saat ini. Dahulu selat Inggris, laut Irlandia, dan Laut Utara adalah daratan luas, tapi saat es mencair dan air laut meningkat sampai 80 meter (260 kaki) menyebabkan daratan Inggris berubah menjadi kepulauan.

Para ilmuan menduga akhir dari jaman es ini disebabkan oleh meningkatnya gas-gas rumah kaca seperti konsentrasi karbondioksida yang cukup besar di atmosfer atau terjadi perubahan iklim bumi yang cukup drastis. Kemungkinan jaman es bisa terjadi lagi di bumi ini, tapi yang saat ini adalah semua es di kutub utara dan selatan akan mencair dan perubahan iklim yang cukup cepat akan kita alami dalam waktu dekat. Ada orang yang berspekulasi bahwa saat Nabi Nuh membangun perahunya yang sangat besar dan mampu menampung seluruh hewan di dunia, itulah saat jaman es mulai berakhir dan es di kutub mulai mencair. Peningkatan air laut ini menyebabkan air bah yang sangat dahsyat selama beberapa minggu dan seluruh permukaan bumi tergenang air, tapi menjadi pertanyaan kita saat ini adalah perlukah kita membangun perahu yang lebih besar untuk menampung seluruh umat manusia dan binatang di bumi ini seperti yang dilakukan nabi Nuh untuk menghadapi pemanasan global ini? Ataukah kita mengabaikan semua fakta ilmiah yang telah terjadi ini seperti kaum nabi Nuh yang lebih memilih tenggelam oleh air bah daripada mempercayai prediksi nabi Nuh sendiri? Semuanya terletak pada kepedulian kita terhadap bumi yang kita cintai ini. Kita harus berusaha memperlambat terjadinya proses pemanasan global yang sangat sulit untuk dihentikan sama sekali.

http://www.mcarmand.co.cc/2009/03/jaman-es.html